Epistemologi Pendidikan Islam

Studi Landasan Konseptual Pembelajaran Menurut al-Qur’an

Main Article Content

Moh. Imron Rosyadi

Landasan konseptual pembelajaran adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka studi dan praktek pembelajaran. Asumsi-asumsi yang menjadi titik tolak dalam rangka pembelajaran berasal dari berbagai sumber yaitu agama, filsafat, dan hukum. Berdasarkan sumbernya tersebut, jenis landasan pembelajaran dapat diidentifikasi menjadi landasan religius pembelajaran, landasan filosofis pembelajaran, dan landasan yuridis pembelajaran. Pembelajaran akan dapat dilaksanakan dengan baik, jelas arah tujuannya, relevan isi kurikulumnya, serta efektif dan efisien metode atau cara-cara pelaksanaannya hanya apabila dilaksanakan dengan mengacu pada suatu landasan yang kokoh. Sebab itu, sebelum melaksanakan pendidikan, para pendidik perlu terlebih dahulu memperkokoh landasan pendidikannya. Mengingat hakikat pendidikan adalah humanisasi, yaitu upaya memanusiakan manusia, maka para pendidik perlu memahami hakikat manusia sebagai salah satu landasannya. Konsep hakikat manusia yang dianut pendidik akan berimplikasi terhadap konsep dan praktek pendidikannya. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang landasan religius pembelajaran. Landasan religius adalah seperangkat asumsi yang bersumber dari kaidah-kaidah agama (religi) yang dijadikan landasan teori maupun praktik pendidikan. Islam merupakan agama yang membawa misi agar umatnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran. Berdasarkan landasan religius ini bahwa belajar dan mengajar merupakan ibadah karena hal tersebut merupakan perintah, merupakan manifestasi dari penghambban kepada Allah SWT yang mempunyai nilai sama dengan jihad fi sabilillah, pendidikan berlangsung sepanjang hayat (long life education) yang merupkan proses yang tidak pernah selesai (never ending process).


Keywords: epistimologi, pendidikan Islam, landasan konseptual
Al-Maraghi, Ahmad Mustafa, Al-Maraghi (terj.), Semarang: Toha Putra, 1993.
Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib, Tafsir Ibnu Katsir (terj.), (Jakarta:Gema Insani, 2000.
Al-Syaibany, Omar Mohammad al-Toumy, Falsafah Pendidikan Islam, alih bahasa : Hasan Langgulung, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.
Az-Zuhaili, Wahbah, Tafsir Al-Munir, jilid 15 (Juz 29 - 30), Jakarta: Gema Insani, 2014.
Hamka, Tafsir Al-Azhar, Surabaya: Yayasan Latimojong, 1979.
Kamus Besar bahasa Indonesia Edisi III dalam http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi
Sa’adillah SAP, Rangga, Dewi Winarti, and Daiyatul Khusnah. “Kajian Filosofis Konsep Epistemologi Dan Aksiologi Pendidikan Islam”. Journal of Islamic Civilization 3, no. 1 (April 30, 2020): 34–47. Accessed January 2, 2023. https://journal2.unusa.ac.id/index.php/JIC/article/view/2135.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta, 2003.
Khon, Abdul Majid, Hadiṡ Tarbawi : Hadiṡ-Hadiṡ Pendidikan, Jakarta : Kencana, 2014.
Komsiyah, Indah, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Teras, 2012.
Nata, Abuddin, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan : Tafsir Ayat-ayat Tarbawy, Jakarta : PT Raja Grafindo, 2002.
UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.