Metode Mushaf Al-Miftah dalam Meningkatkan Mutu Hafalan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan

Main Article Content

Taufik Hidayat
Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Sunan Giri Surabaya
Laila Badria
Universitas Sunan Giri Surabaya

Al-Qur’an menjadi sumber utama dalam agama  Islam. Semua urusan agama selalu dikembalikan kepada wahyu Allah maka setiap muslim wajib mempelajari al-Qur’an sesuai dengan kemampuannya. Proses pelaksanaan menghafal al- Qur’an yang dilakukan berbagai pesantren terdapat beberapa macam metode menghafal, dari berbagai macam metode dalam menghafal al-Qur’an, tersebut ternyata dapat mempermudah dan mempercepat bagi santri dalam menghafal, hafalan al-Qur’an seseorang dikatakan bermutu jika memenuhi tiga komponen yaitu tajwid, fashahah dan lancar, untuk menigkatkan mutu hafalan al-Qur’an, batartama pondok pesantren sidogiri pasuruan menyusun sebuah metode tahfidz yaitu metode mushaf  al-Miftah. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang menjadi temuan penulis dilapangan sekaligus jawaban dari rumusan masalah Pertama, mutu hafalan al-Qur’an yang diringkatkan di pondok pesantren sidogiri Pasuruan adalah tajwid, fashahah dan kelancaran, hafalan al-Qur’an seseorang dapat dikatakan bermutu apabila bacaannya sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, fasih atau jelas dalam bacaanya serta lancar hafalannya.kedua metode mushaf al-Miftah adalah metode yang diraancang khusus untuk anak-anak dalam program tahfidz al-Qur’an dengan design al-Qur’an dalam bentuk jilid, yaitu 6 jilid, di dalam mushaf al-Miftah juga terdapat rumusan-rumusan yg bertujuan untuk peningkatan hafalan dengan menyebutkan tema ayat, dapat menebak ayat, surat atau juz al-quran, adapun tiga komponen mutu hafalan al-quran tersebut dapat selalu terjaga dengan penerapan metode mushaf al-Miftah ini.Ketiga, faktor pendukung dan penghambat Penerapan metode mushaf al-miftah dalam meningkatkan mutu hafalan al-Qur’an pondok pesantren sidogiri pasuruan, peneliti menemukan yaitu: a. Faktor-faktor yang menjadi pendukung yaitu: Faktor pengasuh pesantren (kiai), Faktor pembimbing, Faktor lingkungan, b. faktor-faktor yang menjadi penghambat yaitu: faktor diri sendiri, faktor teman, faktor keluarga, berbedanya latar belakang para santri, berbedanya tingkat kesadaran orang tua.


Keywords: Metode Al-Miftah, Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Al-Quran
Al Mahmud, Syeikh Muhammad. Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid (Surabaya: Al-Miftah, 1999).
al Yasu’I, Fr.Louis Ma’luf dan Fr.Bernard Tottel al Yasu’i,Al Munjid fi al Lughoh wa al A’laam (Lebanon: Daru al Masyreq Bairut: 2002).
Ali, Mohammad dan Muhammad Asrori, Metodologi dan Aplikasi Riset Pendidikan ( Jakarta: Bumi Aksara, 2014).
Al-Jarim, Ali dan Musthafa Amin, Al-balaaghatul waadhihah, Terj. cet.IX. (Bndung: Sinar Baru Algensindo, 2011).
Al-Juraisy, Syekh Muhammad Makki Nashr. Panduan Lengkap & Praktis Ilmu Tajwid (Jawa Barat: Fathan Media Prima, 2016).
al-Mishri, Ibnu Mandzur al-Ifriqi dan Jamaludin Muhamad bin Mukrim, Lisanul Arab (Bairut Lebanon: Daar Sader Publishers, jilid. 5, 2000).
Annuri, Ahmad. Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur'an dan Pembahasan Ilmu Tajwid (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010).
Badwilan, Ahmad Salim. Panduan Cepat Menghafal Al-Qur’an (Yogyakarta: DIVA Press, 2009).
Bambang, Warsita. Teknologi Pembelajaran ; Landasan Dan Aplikasinya. (Jakarta: Rineka Cipta. 2016).
Creswell, J W. Research Design : pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed”,di terjemahkan oleh : Achmad Fawaid (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2014).
Dahar, R.. Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. (Jakarta: Erlangga, 2011).
Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahannya (Semarang: CV Alwaah, 1995).
Echolis, John M. dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia (Jakarta : Gramedia, 1988) Cet. Ke XVI
Hasan, Abd al-Hafidz Ilmu Al-Ma‟ani: Diraasah Nadzariyyah Tadzbiiqyiyah (Mesir: Maktabah al-Adab, 2010).
Hasyiyah AlQalyubi alaa Syarhil Mahalli, Mesir: Musthafa AlBaaby AlHalaby, 1340).
Idris, Mardjoko. Ilmu Balaghah Antara al-Bayan dan al-Badi‟, cet. I (Yogyakarta: Teras, 2007).
Khon, Abdul Majid. Praktikum Qira‟at, keanehan bacaan AlQur’an Qira‟at Ashim dari Hafash (Jakarta: Amzah, 2011).
Kurniawan, Asep. Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2018).
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Fenomena Kejiwaan Manusia, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2016).
Littlejohn, Stephen W. Theories of Human Com- munication. 7th edition. Belmont (USA: Thomson Learning Academic Resource Center, 2002).
Madyan, Ahmad Shams. Peta Pembelajaran Al-Qur’an (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008)
Moustakas, Clark. “PhenomenologicalResearchMethods” (California:SAGEPublications,1994).
Ms., Agus Salim.” Teori dan Penelitian Paradigma” (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006).
Munir, Misbahul. Ilmu dan Seni Qiro‟atil Qur‟an Pedoman bagi Qari‟-qari‟ah, Hafidz-hafidzah, dan Hakim dalam MTQ.
Nasution, M.N. Manajemen Mutu terpadu (Jakarta : Ghalia Indonesia, 2004), Cet. ke-3
Ratumanan, Tanswey Gerson. Belajar dan Pembelajaran, (Surabaya: Unesan University Press, 2004).
Redaksi Ijtihad, Jejak langkah 9 Masyayikh Sidogiri (Pasuruan:Sidogiri Penerbit, 2013).
Sudjana, Nana. Penelitian dan Penilaian Pendidikan (Bandung: Sinar Baru, 1989).
Suyono dan Haiyanto, Belajar dan pembelajaran, (Bandung : Remaja rosdakarya, 2011).
Syarifuddin, Ahmad. Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an (Jakarta: Gema Insani Press, 2005).
Yunus, Mahmud, Kamus Arab Indonesia (Bandung : Al-Ma’arif, 1984)